PT Agrinas Pesan 105 Ribu Pick-Up India untuk Koperasi Desa
"PT Agrinas impor 105.000 unit pick up Mahindra dan Tata dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. Kendaraan 4x4 ini dukung logistik pedesaan."
PT Agrinas Pangan Nusantara memesan 105.000 unit kendaraan niaga asal India, termasuk pick up Mahindra Scorpio dan Tata Yodha, untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Pengadaan ini bernilai Rp 24,66 triliun dan bertujuan memperkuat logistik desa serta distribusi pangan. Beberapa unit sudah tiba di Tanjung Priok pada akhir Februari 2026 (28/02/2026).
![]() |
| Doc. otomotif.kompas.com |
Jakarta – PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan pelat merah di bawah holding pangan, melanjutkan pengadaan besar-besaran kendaraan niaga dari India. Total 105.000 unit mencakup mobil pick up dan truk ringan dari dua produsen otomotif ternama, Mahindra & Mahindra serta Tata Motors. Langkah ini mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menargetkan pembentukan ribuan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Pengadaan kendaraan tersebut mencapai nilai kontrak Rp 24,66 triliun. Dari jumlah total, Agrinas memesan 35.000 unit Mahindra Scorpio Pik Up, 35.000 unit Tata Yodha Pick Up, serta 35.000 unit Tata Ultra T.7 Light Truck. Kendaraan ini dirancang untuk medan pedesaan yang menantang, termasuk jalan tanah dan kawasan pertanian terpencil.
Mahindra Scorpio Pik Up menjadi salah satu model utama dalam pesanan tersebut. Kendaraan ini mengusung mesin diesel 2.2 liter mHawk yang menghasilkan tenaga sekitar 140 PS dan torsi puncak 320 Nm. Transmisi manual 6 percepatan melengkapi performanya. Varian 4x4 membuatnya mampu menaklukkan medan berat, sementara kapasitas angkut mencapai 1,1 ton. Spesifikasi ini dinilai ideal untuk mengangkut hasil pertanian dari lahan ke titik distribusi.
Mahindra Scorpio Pik Up juga menonjol dengan kemampuan off-road yang tangguh. Penggerak empat roda memungkinkan akses ke area pertanian yang sulit dilalui kendaraan konvensional. Agrinas menekankan fitur ini krusial karena banyak wilayah desa di Indonesia masih kekurangan infrastruktur jalan memadai.
Sementara itu, Tata Yodha Pick Up menawarkan opsi mesin diesel 2.2 liter dengan tenaga sekitar 100 hp dan torsi 250 Nm. Model ini juga menyediakan varian CNG yang lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Kapasitas angkut serupa membuatnya cocok untuk logistik desa, termasuk distribusi pangan dan barang kebutuhan pokok.
Pengadaan ini bertujuan memperkuat ekosistem koperasi di tingkat desa. Kendaraan akan memfasilitasi agregasi hasil panen dari petani ke koperasi, kemudian ke pasar yang lebih luas. Program KDKMP mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang mendorong pembangunan koperasi desa untuk meningkatkan ekonomi pedesaan.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan alasan pemilihan impor dari India. Ia menyatakan harga kendaraan sangat kompetitif, bahkan diklaim setengah dari harga serupa di pasar domestik. Pembelian dalam jumlah besar memungkinkan efisiensi biaya hingga Rp 46,5 triliun menurut klaim Agrinas.
"Dalam dunia pertanian, 4x4 itu menjadi kebutuhan. Medan di kebun tidak semuanya bisa dilalui kendaraan biasa," ujar Joao Angelo De Sousa Mota dalam konferensi pers.
Beberapa unit sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Februari 2026. Sebanyak 1.200 unit pertama dilaporkan masuk, dengan 200 unit di antaranya langsung didistribusikan. Kendaraan tersebut mendapat stiker Koperasi Merah Putih dan sebagian disimpan di Kodim setempat sambil menunggu kesiapan koperasi.
Program ini menuai respons beragam. Industri otomotif dalam negeri menyatakan kemampuan memproduksi pick up hingga ratusan ribu unit per tahun. Beberapa pabrikan lokal menawarkan harga khusus untuk pembelian borongan, meski Agrinas mengklaim tidak mendapat penawaran yang sesuai anggaran.
Pemerintah melalui berbagai kementerian memantau proses ini. Ada permintaan penundaan impor untuk evaluasi lebih lanjut, terutama terkait dampak terhadap industri otomotif nasional dan lapangan kerja. Agrinas menyatakan siap mematuhi keputusan pemerintah dan DPR.
Mahindra sendiri mengonfirmasi pesanan sebagai ekspor terbesar mereka. Perusahaan berencana memasok 35.000 unit Scorpio Pik Up sepanjang 2026 untuk proyek KDKMP. Tata Motors juga terlibat dalam penyediaan Yodha dan Ultra T.7.
Pengadaan ini diharapkan mempercepat distribusi pangan dari desa ke pasar. Kendaraan pick up dan truk ringan akan mendukung aktivitas ekonomi koperasi, termasuk pengumpulan hasil tani dan pengiriman barang kebutuhan. Dengan demikian, program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok panjang dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Catatan Sumber:
- https://kabarmajalengka.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-41210044456/ini-mobil-pick-up-india-yang-dipesan-agrinas-untuk-koperasi-desa-di-indonesia
- https://www.mahindra.com/news-room/press-release/en/mahindra-bags-its-biggest-ever-export-order-35000-units-of-lcvs-to-be-delivered-to-agrinas-pangan-nusantara-indonesia-in-2026
- https://otomotif.kompas.com/read/2026/02/24/201157715/tiba-di-tanjung-priok-segini-harga-pikap-india-buat-koperasi-merah-putih
- https://oto.detik.com/mobil/d-8364337/spesifikasi-105-ribu-pick-up-india-yang-bakal-jadi-kendaraan-koperasi-merah-putih
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20260223123609-4-713030/agrinas-impor-ribuan-pikap-dari-india-untuk-kopdes-ini-respons-istana
