+6289507785333 yztheme[at]gmail.com
Home Galeri

Limbah Panen Sayur Rejang Lebong Jadi Listrik Ddesa

"Dari tumpukan limbah sayur yang dulu dibuang, kini lahir listrik untuk balai desa di Rejang Lebong. PLTBG berbasis fermentasi gas metana hasilkan daya"

Komunitas Rumpun Hijau Indonesia berhasil mengubah limbah panen sayur di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG). Inovasi ini memanfaatkan proses fermentasi limbah organik untuk menghasilkan gas metana yang dikonversi menjadi daya listrik berkapasitas 2.000 watt, dimanfaatkan untuk menerangi balai desa setempat. (26/02/2026)

limbah-panen-sayur-rejang-lebong-jadi-listrik-desa
Rumpun Hijau Indonesia penggagas PLTBG berbahan baku limbah sayuran kini mampu menghasilkan listrik berkapasitas 2.000 watt dan dimanfaatkan balai desa setempat (Dok. Antara)


Rejang Lebong, Bengkulu – Kabupaten Rejang Lebong dikenal sebagai salah satu sentra produksi hortikultura terbesar di Sumatera bagian selatan. Daerah beriklim sejuk di kaki Bukit Barisan ini menghasilkan beragam sayuran seperti tomat, kol, cabai, serta sayuran daun lainnya. Produksi melimpah dari lahan-lahan pertanian tersebut memasok kebutuhan pasar tidak hanya di Bengkulu, melainkan juga sebagian Sumatera Selatan dan Jambi.

Namun, di balik keberhasilan panen, petani sering menghadapi tantangan fluktuasi harga. Saat panen raya terjadi, suplai berlebih kerap menyebabkan harga anjlok drastis. Kondisi ini pernah mencapai puncaknya pada periode 2021–2022, ketika harga sayuran jatuh hingga tidak menutup biaya produksi dan distribusi. Akibatnya, petani membuang limbah sayuran dalam jumlah besar. Tumpukan tomat busuk bahkan sempat menutupi ruas jalan di beberapa lokasi, sementara sebagian dibuang ke jurang atau area terbuka.

Limbah organik yang tak terkelola ini menimbulkan masalah lingkungan serius, termasuk potensi pencemaran air dan tanah serta bau tidak sedap. Lonjakan volume sampah sayur mendorong keresahan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda yang peduli lingkungan.

Inovasi dari Komunitas Rumpun Hijau Indonesia

Komunitas Rumpun Hijau Indonesia melihat peluang di tengah masalah tersebut. Mereka mengubah limbah panen yang selama ini terabaikan menjadi sumber energi terbarukan. Pendiri komunitas, Dani Fazli, yang berlatar belakang sarjana teknik elektro, memimpin pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) berbasis limbah sayuran.

Proyek ini dimulai pada awal 2023 dan berhasil beroperasi pada akhir tahun yang sama. Tim mengumpulkan limbah sayuran dari pengepul atau pedagang di sentra produksi. Bahan baku ini umumnya didapatkan secara gratis karena dianggap tidak memiliki nilai jual, meskipun biaya transportasi tetap menjadi bagian operasional.

Proses pengolahan dimulai dengan mencacah dan menghancurkan limbah sayuran. Selanjutnya, bahan tersebut dimasukkan ke tabung fermentasi, dicampur dengan larutan E-M4 dan glukosa untuk mempercepat pembentukan gas. Tabung ditutup rapat dan didiamkan lebih dari dua pekan hingga tekanan gas meningkat akibat proses anaerobik.

Setelah tekanan mencukupi, gas metana dialirkan melalui regulator menuju generator. Generator ini mengonversi gas menjadi listrik dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 watt. Daya tersebut dapat menyala hingga 12 jam, bahkan lebih lama jika didukung tabung penampung gas tambahan.

Untuk menghasilkan 2.000 watt, diperlukan sekitar empat ton limbah sayuran. Saat ini, komunitas memperoleh pasokan hingga 12 ton per pengolahan, sehingga gas yang dihasilkan dapat bertahan hingga tiga bulan karena sifat akumulatifnya bergantung pada tingkat kompresi.

Pemanfaatan dan Potensi Pengembangan

Listrik yang dihasilkan saat ini dimanfaatkan untuk menerangi balai desa di kawasan sentra produksi pertanian. Pencapaian ini menjadi langkah awal dalam mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan penyediaan energi bersih di daerah agraris.

Dani Fazli menjelaskan,

"Keberadaan listrik alternatif seperti ini membuka peluang integrasi antara pengelolaan sampah dan pengembangan energi baru terbarukan di daerah agraris,"

seperti dilansir Antara.

Inovasi ini bahkan meraih penghargaan dalam kompetisi tingkat Asia, menunjukkan potensi skalabilitasnya. Komunitas menilai kapasitas pembangkit dapat ditingkatkan dengan perbaikan peralatan, sarana, dan prasarana terintegrasi. Ketersediaan limbah sayuran yang melimpah menjadi modal utama untuk ekspansi lebih luas, sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga atau fasilitas desa.

Dukungan Pengelolaan Sampah di Tingkat Lokal

Upaya ini sejalan dengan imbauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong pada akhir 2025. DLH mendorong masyarakat mengolah sampah secara mandiri untuk mengurangi timbunan di tempat pembuangan. Mereka menekankan pentingnya memandang sampah bukan sebagai barang buang, melainkan bahan bernilai guna.

DLH mengajak warga memisahkan sampah organik dan non-organik sejak dari sumber. Sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, atau limbah sayur dapat diolah menjadi kompos atau biogas. Sementara sampah non-organik seperti plastik dapat didaur ulang menjadi produk ekonomis.

Volume sampah dari pemukiman dan pasar tradisional mencapai 60 ton per hari, bahkan meningkat hingga 75 ton menjelang bulan puasa atau Lebaran. Partisipasi aktif masyarakat dalam pemilahan dan pengolahan dapat menekan beban TPA serta meminimalkan pencemaran lingkungan.

Transformasi limbah panen menjadi listrik di Rejang Lebong membuktikan bahwa masalah sampah dapat berubah menjadi solusi berkelanjutan. Pendekatan teknologi sederhana dikombinasikan dengan kesadaran kolektif membuka jalan bagi energi terbarukan di tingkat desa, sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah pertanian.

Sumber:

  • https://www.liputan6.com/news/read/6286024/limbah-panen-sayur-di-rejang-lebong-disulap-jadi-listrik-desa
  • https://m.antaranews.com/berita/5435318/limbah-panen-di-sentra-sayur-rejang-lebong-diubah-jadi-listrik
  • https://rri.co.id/iptek/229583/inovasi-mahasiswa-unib-ubah-limbah-jadi-energi-listrik (referensi awal inovasi serupa)
Komentar
Butuh bantuan lainnya?

Lapor dan Dapatkan bantuan terkait!

Menu
Share